Pernahkah terpikir oleh Anda akan hal-hal seperti dibawah ini:
1. Bagaimana membiayai kehidupan Anda setelah pensiun nanti?
2. Bagaimana mempersiapkan biaya pendidikan anak Anda?
3. Bagaimana kehidupan keluarga Anda nanti apabila Anda terdiagosis KONDISI KRITIS bahkan meninggal?
4. Bagaimana dengan cicilan dan kredit Anda apabila Anda kehilangan pekerjaan?
Apabila Anda sudah memikirkannya, berarti Anda masih setengah peduli.
Tetapi bila Anda sudah merencanakannya, maka Anda memang benar-benar peduli.
Mengapa Kita Perlu Proteksi?
Dalam kehidupan ini kita akan dihadapkan kepada risiko-risiko yang berada di luar kendali kita. Berikut adalah contoh bagaimana mengelola atau mengendalikan risiko tersebut.
1. Menghindari Risiko
Kita dapat menghindari risiko dengan cara menghilangkan atau menjauhkan diri dari segala sesuatu yang dapat menyebabkan risiko.
Contoh : Tuan Zaid tidak ingin terkena penyakit paru-paru. Untuk menghindari risiko terkena penyakit paru-paru maka Tuan Zaid tidak merokok, dan melakukan pola hidup sehat, antara lain dengan memakan makanan bergizi dan berolahraga secara teratur.
2. Mengendalikan Risiko
Kita dapat mengendalikan risiko dengan dengan cara mengantisipasi penyebab maupun akibat dari suatu risiko.
Contoh : Tuan Zaid ingin kantornya bebas dari rokok agar ia terhindar dari penyakit paru-paru dan menjadi perokok pasif, mka Tuan Zaid membuat ruangan khusus untuk pegawainya merokok serta melarang untuk merokok disembarang tempat.
3. Menerima Risiko
Yang dimaksud dengan menerima risiko adalah tidak melakukan aksi apapun untuk mengurangi penyebab maupun dampak dari suatu risiko.
Contoh : Tuan Fulan tetap merokok meskipun dia khawatir akan terkena penyakit paru-paru.
4. Mengalihkan Risiko
Kita dapat mengalihkan risiko dengan cara mentransfer segala akibat yang timbul dari risiko tersebut ke pihak lain (dalam hal ini dapaat juga disebut sebagai proteksi asuransi).
Contoh : Tuan Zaid risikonya akan terkena penyakit paru-paru ke perusahaan asuransi dengan dengan membeli asuransi perlindungan atas penyakit.
Sudahkah Kita Memiliki Proteksi?
Ada beberapa hal yang perlu dipahami terlebih dahulu.
1. Asuransi dijual bukan berarti yang membeli harus meninggal, tetapi yang ditinggal harus tetap hidup.
Konsep ini sangat penting artinya karena persepsi yang salah dalam masyarakat Indonesia. Kita semua setuju bahwa jiwa manusia tidak dapat dinilai dengan uang. Tetapi kita juga setuju bahwa jiwa manusia tersebut memiliki nilai ekonomis.
Contoh : Seorang ayah yang juga sebagai kepala keluarga dan tulang punggung keluarga, apakah jiwanya dapat dinilai dengan uang? Jawabannya adalah TIDAK. Tapi apakah sang ayah tersebut memiliki nilai ekonomis bagi keluarganya?
Jawabannya adalah YA. Bagaimana keadaan keluarganya apabila sang ayah terdiagnosis KONDISI KRITIS? Apakah ekonomi keluarganya berada dalam masalah? Tentu saja keluarganya sayang terhadap sang ayah dan ingin berjuang melawan cobaan tersebut. Dan itu membutuhkan biaya yang besar.
2. Belilah asuransi jiwa sebelum Anda membutuhkan.
Karena pada saat Anda membutuhkannya, asuransi jiwa tidak membutuhkan Anda lagi. Pergunakanlah 5 (lima) hal sebelum datangnya 5 (lima)
perkara : muda sebelum tua, sehat sebelum sakit, kaya sebelum miskin, lapang sebelum sempit, dan hidup sebelum mati.
3. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok.
Siapa yang tahu apa yang akan terjadi besok? Tidak seorangpun tahu. Kita hanya dapat memprediksi. Apakah kita tahu besok akan sakit flu atau sakit kepala?
Contoh : Tuan Fulan memiliki mobil. hampir setiap mobil memiliki roda cadangan sebagai perlengkapan standar. Apakah Tuan Fulan tahu tanggal berapa roda cadangannya tersebut akan dipakai.
(kutipan)

0 komentar:
Poskan Komentar