Sabtu, 12 April 2008

Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck - HAMKA

Alhamdulillah,puji syukur di kurniakan pada ALLAH AWT semata
Sholawat dan salam atas junjungan Nabi Muhammad SAW

Gw baru aja abis baca salah satu karya pujangga besar seranah melayu-nusantara HAMKA (H. Abdul Malik Karim Amarullah), yang judulnya ya yang di atas itu!
Bilakah pantas gw menilik dari sifat buya (panggilan yang biasanya disebutkan terhadap HAMKA)-meski gw belon pernah membaca otobiografinya-dari karangannya tersebut dapat disimpulkan bahwa sebenarnya ada hal-hal yang amat tabu untuk dibicarakan oleh orang-orang jaman tersebut yang coba untuk dikemukakan oleh buya bahwa hal tersebut ada dan benar adanya. dan kebanyakan khalayak menutup mata akan hal tersebut sehingga menyebabkan hal-hal tabu tersebut semakin menjadi-jadi meski berada di underground atau dengan mengatasnamakan adat istiadat, tata kerama, tradisi, serta ketuaan dan kedudukan di dalam masyarakat atau kesukuan.
disamping itu buya juga sepertinya ingin memperlihatkan juga kepada orang-orang yang pesimistis bahwa sebenarnya masih ada hal-hal yang sakral-dikatakan oleh orang kebanyakan akan kemustahilannya di zaman sekarang ini-
yang masih dapat dijumpai disekeliling kita.dan hal tersebut belumlah langka apalagi musnah.
tenggelamnya kapal van der wijck sejatinya (menurut gw) merupakan cerita satu babak dengan menerapkan adegan-adegan per episode. jika ditilik dan dicermati, maka dapat diambil kesimpulan bahwa cerita tersebut memakan waktu paling banyak 5 tahun.
Hal tersebut dimulai tatkala zainudin mulai memasuki masa remaja yang sedang termenung menatap di laut di salah satu pantai mangkasar,lalu terjadi flash back.yang pada akhirnya membawa dia untuk "bertualang" ke ranah minangkabau.di ranah ini sendiri sebelum ia di "buang" telah menetap selama 1 tahun di batipuh.dan setelah dibuang pun ia menetap di padang panjang selama 1 tahun kurang lebihnya.pada akhir tahun keduanya di ranahminang itulah ia menderita sakit yang disebabkan oleh hayati yang oleh dengan keterpakasaan serta bujuk rayu "sahabatnya" mengkhianati zaenudin yang secara tulus ikhlas memberi cintanya hnya kepada hayati.
setelah sembuh dan atas dasar pertimbangan nasihat dari muluk-orang yang dia tuakan-mulailah ia tegak berdiri menghadapi zaman realita dengan pergi ke jawa.
menjelang 2 tahun penempatannya di jawa dan sukses dengan segala hasil upaya kekaryaan sastranya,bertepatan itu pulalah si aziz sebagai suami hayati dipindahtugaskan ke jawa oleh jawatannya.
dari cerita tersebut berarti dapatlah disimpulkan bahwa cerita tersebut memakan waktu 5 tahun.namun dengan kelihaian bertutur serta menceritakan dan penata letakkan akan alur serta latar cerita,seakan pembaca tak pernah jenuh ataupun jengah akan karya hamka tersebut
tapi menurut gw,ada titik dimana saat gw membaca gw merasa jenuh dan ingin berhenti melanjutkan pembacaan novel tersebut,yakni pada bagian saat berkirim-kiriman surat.meski demikian disitupun hamka melihatkan kemampuannya yang lihai serta halus sehingga pembaca dibawa turun naik emosinya dalam menilai novel beliau.

namanya juga pendapat pribadi,so..........